10 Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat agar Tidak Nyeri Lagi

Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat agar Tidak Nyeri Lagi

Pantangan asam urat terutama mencakup makanan dan minuman yang dapat meningkatkan kadar asam urat atau memicu serangan gout, seperti jeroan, daging merah, beberapa jenis seafood, minuman tinggi fruktosa, serta alkohol. Sementara itu, sayuran dan kacang-kacangan yang mengandung purin umumnya tidak perlu dihindari sepenuhnya dan tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Asam urat atau gout merupakan bentuk arthritis yang terjadi ketika kristal urat menumpuk di sekitar sendi dan menimbulkan nyeri, bengkak, serta kemerahan. Kristal tersebut dapat terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, salah satunya akibat tubuh memecah senyawa bernama purin.

Karena itu, memperhatikan pantangan asam urat dapat menjadi salah satu bagian dalam mengurangi risiko serangan berulang. Namun, perubahan pola makan tidak selalu cukup untuk mengontrol gout dan tidak menggantikan obat penurun asam urat atau pengobatan lain yang diberikan dokter.

Baca Juga: 4 Senam Persendian untuk Lansia agar Tetap Aktif & Nyaman

Daftar Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat

Tidak semua makanan dalam daftar berikut harus dihindari sepenuhnya. Beberapa perlu dibatasi porsinya, sementara yang lain, yaitu yang menjadi sumber purin nabati, umumnya masih dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

1. Jeroan

Jeroan seperti hati, ginjal, usus, babat, dan organ lainnya termasuk makanan dengan kadar purin tinggi sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita gout. American College of Rheumatology dan Mayo Clinic secara khusus memasukkan organ meat sebagai makanan yang perlu dibatasi karena dapat meningkatkan kadar asam urat.

Sebagai alternatif, pilih protein dengan kandungan purin lebih rendah, misalnya telur atau produk susu rendah lemak, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan nutrisi masing-masing.

2. Daging Merah

Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi mengandung purin dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan banyak sumber protein lainnya. Konsumsi dalam jumlah besar juga berkaitan dengan peningkatan risiko gout sehingga porsinya sebaiknya dibatasi.

Jika ingin mengonsumsinya, pilih porsi lebih kecil dan jangan menjadikan daging merah sebagai sumber protein utama setiap hari. Variasikan dengan telur, produk susu rendah lemak, atau protein nabati.

3. Beberapa Seafood

Beberapa jenis seafood relatif tinggi purin, misalnya sarden, ikan teri, kerang, scallop, tuna, dan beberapa jenis ikan lainnya. Konsumsinya perlu dibatasi terutama pada orang yang sering mengalami serangan gout atau kadar asam uratnya belum terkontrol.

Namun, ikan tetap menyediakan protein dan nutrisi penting sehingga tidak semua seafood harus dilarang total. Diskusikan jumlah yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi jika gout sering kambuh.

4. Makanan Manis & Fruktosa Tinggi

Minuman dan makanan tinggi gula, terutama yang mengandung high-fructose corn syrup, dapat meningkatkan produksi asam urat. Contohnya adalah soda, minuman kemasan manis, sirup, permen, serta berbagai produk makanan dengan gula tambahan tinggi.

Jus buah juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena kandungan fruktosanya lebih terkonsentrasi dan seratnya lebih rendah dibandingkan buah utuh.

5. Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, daging berlemak, kulit ayam, dan makanan cepat saji sebaiknya dibatasi. Lemak bukan penyebab langsung peningkatan asam urat, tetapi pola makan tinggi kalori dapat berkontribusi terhadap berat badan berlebih yang merupakan salah satu faktor risiko gout.

Pilih metode memasak seperti kukus, rebus, panggang, atau tumis dengan sedikit minyak untuk membantu menjaga pola makan lebih seimbang.

6. Ultra-Processed Food

Makanan ultra-proses seperti sosis, nugget, daging olahan, keripik, makanan siap saji, dan beberapa produk kemasan sering kali tinggi garam, gula tambahan, lemak jenuh, atau kalori. Beberapa di antaranya juga menggunakan daging olahan yang dapat menambah asupan purin.

Makanan ini tidak perlu dianggap sebagai penyebab tunggal gout, tetapi sebaiknya tidak menjadi bagian utama dari pola makan sehari-hari. Utamakan makanan segar atau minimal diproses seperti sayuran, buah, gandum utuh, serta protein yang lebih rendah lemak.

7. Sayuran Tertentu

Beberapa sayuran seperti bayam, asparagus, jamur, kembang kol, dan kacang polong memang mengandung purin. Namun, penelitian menunjukkan sayuran tinggi purin tidak meningkatkan risiko gout seperti purin dari daging dan seafood, sehingga umumnya tidak perlu dihindari sepenuhnya.

Penderita gout tetap dianjurkan mengonsumsi sayuran yang bervariasi. Jika merasa jenis tertentu berulang kali berkaitan dengan keluhan pribadi, catat pola tersebut dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

8. Makanan Beragi

Penderita asam urat perlu memperhatikan produk dengan kandungan ragi sangat tinggi atau terkonsentrasi, seperti ekstrak ragi dan brewer’s yeast, karena ragi mengandung purin. Namun, bukan berarti semua makanan fermentasi otomatis harus dihindari.

Tempe, yoghurt, atau produk fermentasi lain memiliki komposisi yang berbeda dan tidak dapat disamakan begitu saja dengan ekstrak ragi. Jika memiliki riwayat gout yang sering kambuh, fokus utama tetap pada pembatasan sumber purin hewani tinggi, alkohol, dan minuman tinggi fruktosa.

9. Produk Olahan Susu Tinggi Lemak

Keju berlemak tinggi, krim, es krim, dan produk susu full-fat sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan kalori. Sebaliknya, produk susu rendah lemak justru sering direkomendasikan dalam pola makan untuk membantu mengelola gout.

Contohnya, pilih yoghurt rendah lemak tanpa gula tambahan atau susu rendah lemak sebagai bagian dari menu sehari-hari.

10. Minuman Beralkohol

Alkohol, terutama bir dan minuman beralkohol hasil distilasi, berkaitan dengan peningkatan risiko serangan gout. Saat serangan gout sedang terjadi, Mayo Clinic menyarankan untuk menghindari alkohol dan membatasinya setelah kondisi membaik.

Alkohol juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, sementara kurang cairan merupakan salah satu faktor yang dapat memicu serangan gout.

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Asam Urat

Selain mengetahui makanan yang perlu dibatasi, penderita gout tetap membutuhkan pola makan bergizi dan bervariasi. Beberapa pilihan berikut dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari.

1. Air Putih

Mencukupi kebutuhan cairan membantu tubuh tetap terhidrasi dan mendukung ginjal dalam membuang asam urat melalui urine. Kurang cairan atau dehidrasi dapat menjadi salah satu pemicu serangan gout.

Biasakan minum air secara berkala sepanjang hari, bukan hanya ketika sudah merasa sangat haus. Jumlah cairan perlu disesuaikan jika terdapat penyakit ginjal, gagal jantung, atau kondisi medis lain yang mengharuskan pembatasan cairan.

2. Buah-Buahan

Buah dapat menjadi sumber serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dalam pola makan penderita gout. Contohnya apel, pir, pepaya, jeruk, melon, stroberi, dan buah beri.

Utamakan buah utuh dibandingkan jus karena seratnya tetap terjaga dan jumlah fruktosa yang dikonsumsi lebih mudah dikontrol. Mayo Clinic juga menyarankan membatasi jus buah dalam pola makan gout.

3. Sayuran Rendah Purin

Sayuran seperti wortel, mentimun, paprika, tomat, labu, dan berbagai sayuran lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Bahkan sayuran yang lebih tinggi purin umumnya tidak perlu dihindari secara khusus karena tidak menunjukkan peningkatan risiko gout seperti purin hewani.

Variasikan jenis dan warnanya agar asupan vitamin, mineral, dan serat menjadi lebih beragam.

4. Makanan Tinggi Serat

Gandum utuh, oatmeal, beras merah, sayuran, buah utuh, serta berbagai kacang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat. Pola makan tinggi serat juga dapat membantu menjaga rasa kenyang dan berat badan yang sehat.

Menjaga berat badan penting karena kelebihan berat badan meningkatkan risiko gout, tetapi hindari diet ekstrem atau penurunan berat badan terlalu cepat yang justru dapat memicu serangan.

5. Makanan yang Kaya Vitamin C

Vitamin C dapat diperoleh dari jambu biji, jeruk, stroberi, pepaya, kiwi, paprika, dan brokoli. Beberapa penelitian menunjukkan vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam tingkat tertentu, meskipun bukan pengganti obat gout.

Jika ingin menggunakan suplemen vitamin C, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai dosis dan kebutuhan masing-masing.

6. Protein Rendah Lemak

Pilihan protein dapat berupa telur, ayam tanpa kulit dalam porsi yang sesuai, tahu, tempe, kacang-kacangan, maupun sumber protein nabati lainnya. Variasi tersebut membantu mengurangi ketergantungan pada daging merah dan jeroan.

Tetap perhatikan porsi protein hewani karena beberapa jenis daging dan seafood masih menyediakan purin. Pola makan seimbang lebih penting daripada hanya berfokus pada satu makanan.

7. Produk Olahan Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak, yoghurt rendah lemak tanpa banyak gula tambahan, dan produk dairy sejenis dapat menjadi pilihan. Mayo Clinic bahkan memasukkan low-fat dairy sebagai salah satu sumber protein yang disarankan dalam pola makan untuk gout.

Contohnya, yoghurt plain rendah lemak dapat dikombinasikan dengan potongan buah sebagai sarapan atau camilan.

Baca Juga: Daftar Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Urat

Pantangan makanan untuk penderita asam urat terutama meliputi jeroan, daging merah dalam jumlah berlebihan, beberapa seafood tinggi purin, minuman tinggi fruktosa, serta alkohol. Namun, gout tidak perlu membuat seseorang menghindari terlalu banyak makanan secara sembarangan. Sayuran dan protein nabati seperti kacang-kacangan umumnya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Serangan gout juga dapat membuat sendi terasa sangat nyeri sehingga aktivitas dan mobilitas menjadi lebih terbatas untuk sementara waktu. Bagi orang tua dengan inkontinensia ringan yang tetap memiliki mobilitas tinggi, Parenty Adult Pants Soft dirancang seperti celana dalam dengan bentuk tipis dan pas di tubuh, dilengkapi Luxurious Soft yang ekstra lembut, 3D Surface untuk membantu cairan cepat tersebar dan kering merata, 360° Elastis yang membantu mencegah kebocoran, serta 4x daya serap.

Parenty Mengerti bahwa kondisi kesehatan seperti asam urat tidak harus membuat orang tua kehilangan kenyamanan atau seluruh aktivitas yang masih dapat mereka lakukan. Dengan pengelolaan kondisi yang tepat dan perlindungan sesuai kebutuhan, orang tua tetap dapat menjalani keseharian dengan lebih nyaman dan percaya diri.

1. Apakah telur aman untuk penderita asam urat?

Umumnya aman karena telur tergolong rendah purin dan dapat menjadi alternatif sumber protein. Tetap sesuaikan porsinya dengan kebutuhan nutrisi secara keseluruhan.

2. Apakah penderita asam urat boleh minum kopi?

Pada banyak orang, kopi dalam jumlah wajar masih dapat dikonsumsi. Namun, sesuaikan dengan kondisi kesehatan lain dan hindari tambahan gula berlebihan.

3. Apakah diet saja cukup untuk menurunkan asam urat?

Tidak selalu. Perubahan pola makan dapat membantu mengurangi serangan, tetapi banyak penderita gout tetap membutuhkan obat untuk menjaga kadar asam urat sesuai target.

Ditulis oleh: Ombi Lomri
Ditinjau oleh: Ratri Aryanti, S.Tr.Gz

Facebook
Threads
LinkedIn
WhatsApp