6 Terapi untuk Penderita Osteoarthritis untuk Kurangi Nyeri

Terapi untuk penderita osteoarthritis bertujuan mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, dan membantu lansia tetap aktif beraktivitas. Terapi tersebut dapat berupa obat, fisioterapi, hidroterapi, suntikan sendi, operasi, serta penerapan gaya hidup sehat sesuai kondisi pasien.

Terapi untuk Penderita Osteoarthritis untuk Kurangi Nyeri

Terapi untuk penderita osteoarthritis menjadi salah satu langkah penting untuk membantu lansia mengurangi rasa nyeri pada sendi. Osteoarthritis sendiri merupakan penyakit sendi yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan sehingga menimbulkan rasa sakit, kaku, dan keterbatasan gerak pada lansia.

Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terapi untuk penderita osteoarthritis dapat membantu mengendalikan gejala dan memperlambat perkembangan kerusakan sendi. Dengan penanganan yang tepat, lansia tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan mandiri.

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah kondisi ketika tulang rawan pada tubuh mengalami penipisan atau pengapuran secara bertahap. Akibatnya, tulang saling bergesekan dan menimbulkan rasa nyeri serta kaku. 

Kondisi ini umumnya muncul pada lutut, pinggul, tangan, atau tulang belakang. Pada lansia, osteoarthritis menjadi masalah yang cukup sering terjadi dan dapat memengaruhi mobilitas harian.

Baca Juga: Osteoporosis vs Osteoarthritis, Apa Bedanya?

Penyebab dan Gejala Osteoarthritis

Sebelum masuk ke penanganan, penting untuk memahami faktor penyebab dan tanda yang muncul pada osteoarthritis.

1. Penyebab Utama Osteoarthritis

Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di ujung tulang mengalami kerusakan secara bertahap. Hal ini mengakibatkan gesekan langsung antar tulang pada sendi, yang memicu rasa nyeri dan keterbatasan gerak.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan atau mempercepat kerusakan tulang rawan tersebut antara lain:

  • Penuaan: Seiring bertambahnya usia, elastisitas tulang rawan akan menurun secara alami, seperti yang dialami lansia ketika lututnya mulai kaku dan berbunyi akibat bantalan sendi yang menipis.
  • Cedera Sendi: Kerusakan juga bisa dipicu oleh trauma atau kecelakaan masa lalu, contohnya pada mantan atlet yang mengalami osteoarthritis di usia muda akibat riwayat cedera ligamen saat bertanding.
  • Obesitas: Berat badan berlebih akan meningkatkan beban mekanis pada tubuh, sehingga terus-menerus menekan dan mempercepat pengikisan tulang rawan pada area sendi lutut atau pinggul.
  • Aktivitas Berulang: Gerakan atau tekanan yang dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang dapat membuat sendi cepat aus, seperti pada pekerja bangunan atau penari yang sering berjongkok dan mengangkat beban selama bertahun-tahun.

2. Gejala yang Sering Dirasakan

Gejala gangguan sendi seperti osteoarthritis umumnya tidak muncul secara mendadak, melainkan berkembang secara bertahap dan perlahan. Pada awalnya, keluhan mungkin hanya terasa setelah aktivitas berat, namun jika kondisi terus berlanjut tanpa penanganan, gejalanya bisa semakin memburuk hingga mengganggu aktivitas sehari-hari secara normal.

  • Nyeri Saat Bergerak: Rasa sakit muncul akibat adanya gesekan langsung antar tulang saat sendi digunakan beraktivitas, seperti ketika lutut terasa nyeri saat dipakai berjalan jauh atau naik-turun tangga.
  • Kekakuan di Pagi Hari: Sendi terasa kaku dan kesat setelah lama tidak digerakkan akibat cairan pelumas yang mengental, contohnya ketika jari-jari tangan atau lutut sulit ditekuk sesaat setelah bangun tidur.
  • Bunyi “Krek” (Krepitasi): Suara atau sensasi gesekan ini muncul karena bantalan tulang rawan sudah menipis dan aus, seperti sendi lutut yang berbunyi ketika dipakai dari posisi jongkok ke berdiri.
  • Pembengkakan Sendi: Sendi terlihat membesar dan meradang akibat penumpukan cairan di area yang rusak, contohnya lutut yang tampak bengkak, kemerahan, dan terasa hangat setelah dipakai berjalan.
  • Keterbatasan Rentang Gerak: Penurunan fungsi ini terjadi karena perubahan struktur sendi yang mengunci pergerakan, sehingga lengan tidak bisa diluruskan sepenuhnya atau kaki sulit ditekuk secara normal.

Tujuan Terapi pada Penderita Osteoarthritis

Terapi osteoarthritis umumnya bertujuan untuk mengendalikan gejala, bukan menyembuhkan penyakit secara sepenuhnya. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri, meredakan kekakuan, serta menjaga fungsi sendi agar tetap optimal untuk beraktivitas.

Selain itu, terapi juga berperan dalam memperlambat perkembangan kerusakan sendi yang dapat terjadi seiring waktu. Dengan kondisi sendi yang lebih terjaga, lansia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, aman, dan tetap mandiri dalam menjalankan rutinitasnya.

Baca Juga: Cara Mencegah Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat

Jenis Terapi untuk Penderita Osteoarthritis

Terdapat berbagai pilihan terapi untuk penderita osteoarthritis yang dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Tujuan utamanya adalah mengurangi rasa nyeri, mempertahankan fungsi sendi, dan memperlambat perkembangan kerusakan sendi.

1. Terapi Obat

Terapi obat pereda nyeri dan antiinflamasi sering digunakan dokter untuk mengurangi rasa sakit serta peradangan sendi sesuai tingkat keparahan gejala pasien. Konsumsi obat ini biasanya dalam jangka panjang, yaitu secara rutin setiap hari selama 2 hingga 4 minggu, serta memerlukan resep dan pemantauan ketat dari dokter.

Hal ini dikarenakan obat tersebut memiliki risiko efek samping serius pada saluran pencernaan, seperti pengikisan dinding lambung yang dapat memicu luka (tukak) hingga pendarahan lambung. 

Selain itu, konsumsi obat berlebih tanpa kontrol juga berpotensi merusak organ dalam lainnya, contohnya memicu penurunan fungsi ginjal serta meningkatkan risiko gangguan jantung.

2. Fisioterapi

Fisioterapi bertujuan memperkuat otot di sekitar sendi sehingga beban pada sendi yang mengalami osteoarthritis dapat berkurang. Program latihan biasanya dilakukan 1-3 kali per minggu di bawah bimbingan fisioterapis dan disesuaikan dengan kemampuan pasien.

Selain latihan penguatan otot, fisioterapi juga dapat mencakup latihan peregangan, keseimbangan, dan peningkatan rentang gerak sendi. Jika dilakukan secara rutin, terapi ini dapat membantu mengurangi kekakuan dan meningkatkan kemampuan bergerak dalam aktivitas sehari-hari.

3. Suntikan Sendi

Suntikan sendi menjadi pilihan terapi bagi penderita osteoarthritis sedang hingga berat ketika pengobatan minum dan fisioterapi tidak lagi optimal meredakan nyeri. Dalam prosedur ini, dokter akan menyuntikkan obat kortikosteroid langsung ke area sendi untuk mematikan proses peradangan secara cepat.

Efek pereda nyeri dari suntikan ini umumnya mulai terasa dalam hitungan 1-3 hari dan dapat bertahan selama 3 hingga 4 minggu, khususnya pada kasus sendi yang sudah rusak parah. 

Sementara pada kondisi sendi yang lebih ringan, efek pereda nyeri tersebut bahkan bisa bertahan hingga 3-6 bulan sebelum pasien memerlukan tindakan evaluasi atau terapi berulang.

4. Hidroterapi

Hidroterapi atau terapi air adalah metode latihan fisik yang dilakukan di dalam kolam renang hangat khusus untuk penderita gangguan sendi. Air memiliki massa jenis yang memberikan gaya apung, sehingga mampu menopang berat badan pasien dan mengurangi tekanan pada sendi saat bergerak.

Di dalam air, pasien dapat melatih kekuatan otot dan kelenturan sendi dengan jauh lebih nyaman tanpa khawatir memicu rasa nyeri yang hebat. Suhu hangat dari air kolam tersebut juga berfungsi secara alami untuk memperlancar aliran darah sekaligus merelaksasi otot-otot di sekitar sendi yang kaku.

5. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup merupakan fondasi utama dalam mengelola osteoarthritis agar kerusakan sendi tidak semakin memburuk. Pasien sangat disarankan untuk menjaga berat badan ideal guna mengurangi beban mekanis yang harus ditopang oleh sendi lutut dan pinggul.

Selain itu, membatasi aktivitas berat yang melibatkan gerakan ekstrem secara berulang seperti melompat atau mengangkat beban dapat melindungi tulang rawan dari gesekan berlebih. Perubahan kebiasaan sehari-hari ini juga perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup agar sendi yang meradang memiliki waktu untuk memulihkan diri.

6. Operasi

Operasi menjadi pilihan terakhir bagi penderita osteoarthritis apabila seluruh terapi non-bedah sudah tidak lagi efektif meredakan nyeri. Tindakan ini direkomendasikan ketika lansia mengalami gangguan aktivitas sehari-hari secara signifikan, seperti lansia sudah tidak mampu berjalan jarak dekat, bangkit dari kursi, menuruni tangga, hingga mandi dan berpakaian sendiri.

Prosedur yang paling umum dilakukan adalah operasi penggantian sendi (joint replacement) untuk mengangkat bagian yang rusak. Melalui pemasangan sendi buatan (prostesis) ini, beban mekanis tubuh dapat ditopang kembali sehingga fungsi gerak mandiri pasien bisa membaik tanpa tersiksa rasa sakit.

Baca Juga: Cara Mengatasi Nyeri Lutut pada Lansia agar Tetap Aktif

Kesimpulan

Terapi untuk penderita osteoarthritis terdiri dari berbagai pilihan, mulai dari terapi obat, fisioterapi, hidroterapi, suntikan sendi, hingga operasi pada kondisi yang lebih berat. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal dan rutin berolaragajuga berperan penting dalam membantu mengurangi nyeri serta menjaga kesehatan sendi.

Bagi lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas akibat osteoarthritis, kenyamanannya tentu harus diperhatikan. Parenty Adult Pants Soft yang memiliki daya serap tinggi hingga 4 kali daya serap dan luxurious soft atau bahan yang ekstra lembut sehingga nyaman digunakan, dan dapat membantu menjaga kulit tetap kering.

1. Apakah osteoarthritis bisa dicegah sepenuhnya?

Risiko osteoarthritis bisa dikurangi dengan gaya hidup sehat dan menjaga berat badan ideal.

2. Apakah osteoarthritis selalu memburuk seiring waktu?

Osteoarthritis bisa memburuk. Namun, perkembangan penyakit ini bisa diperlambat dengan terapi.

3. Apakah olahraga aman untuk penderita osteoarthritis?

Aman jika dilakukan dengan intensitas ringan dan sesuai anjuran tenaga medis.

4. Apakah osteoarthritis hanya terjadi pada lansia?

Tidak, kondisi ini juga bisa terjadi pada usia lebih muda akibat cedera atau faktor tertentu.

5. Apakah perubahan cuaca memengaruhi nyeri osteoarthritis?

Sebagian orang melaporkan nyeri lebih terasa saat cuaca dingin atau lembap karena penurunan tekanan udara saat cuaca dingin membuat jaringan di sekitar sendi mengembang dan menekan saraf nyeri.

6. Apakah popok dewasa Parenty cocok untuk lansia yang lebih banyak beristirahat di tempat tidur?

Ya. Popok dewasa Parenty dirancang dengan daya serap tinggi untuk membantu menjaga kenyamanan lansia yang memiliki mobilitas terbatas atau menjalani bed rest.

7. Bagaimana cara memilih ukuran popok dewasa Parenty yang tepat?

Ukuran popok dewasa Parenty sebaiknya disesuaikan dengan lingkar pinggang pengguna agar nyaman digunakan, tidak terlalu ketat, dan tetap memberikan perlindungan optimal dari kebocoran.

Ditulis oleh: Ombi Lomri
Ditinjau oleh: Ratri Aryanti, S.Tr.Gz