9 Cara Mengatasi Pengapuran Tulang pada Lansia dengan Aman

Pengapuran tulang pada lansia umumnya merujuk pada osteoarthritis (OA), yaitu kondisi ketika tulang rawan pada sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Penanganannya dapat dilakukan dengan tetap aktif, menjaga berat badan, memenuhi nutrisi, serta menjalani fisioterapi atau pengobatan medis sesuai kondisi.

Apa Itu Pengapuran Tulang?

Pengapuran tulang merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan osteoarthritis (OA), yaitu penyakit sendi yang terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang mengalami kerusakan secara bertahap. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang lebih mudah bergesekan saat sendi digerakkan.

Osteoarthritis lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia dan dapat menyerang lutut, pinggul, tangan, maupun tulang belakang. Gejala yang muncul dapat berupa nyeri, kaku, bengkak, dan keterbatasan gerak.

Istilah “pengapuran” terkadang membuat orang mengira kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kalsium pada tulang. Padahal, pada OA, perubahan utamanya terjadi pada sendi dan tulang rawan. Osteofit, yaitu pertumbuhan tulang kecil di sekitar sendi, dapat terbentuk sebagai salah satu perubahan pada OA, tetapi osteofit bukanlah pengertian dari OA itu sendiri.

Ciri-Ciri Pengapuran Tulang pada Lansia

Gejala osteoarthritis dapat berbeda pada setiap orang dan bergantung pada sendi yang terkena. Beberapa ciri yang umum antara lain:

  • Nyeri pada sendi, terutama saat digunakan untuk beraktivitas.
  • Sendi terasa kaku, terutama setelah lama tidak bergerak.
  • Pembengkakan di sekitar sendi.
  • Rentang gerak sendi menjadi lebih terbatas.
  • Sendi terasa atau terdengar berbunyi saat digerakkan.
  • Kesulitan melakukan aktivitas tertentu, seperti berjalan, naik tangga, atau menggenggam benda.

Keluhan dapat berkembang secara bertahap. Jika nyeri atau kekakuan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua sebaiknya diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Penyebab Pengapuran Tulang pada Lansia

Osteoarthritis terjadi akibat perubahan dan kerusakan jaringan pada sendi yang berlangsung secara bertahap. Pertambahan usia merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risikonya, meskipun tidak semua lansia akan mengalami OA.

Selain usia, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko, seperti berat badan berlebih, pernah mengalami cedera pada sendi, aktivitas yang memberikan tekanan berulang pada sendi, serta faktor tertentu yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan riwayat keluarga.

Pada lansia, menjaga berat badan, tetap aktif dengan aktivitas yang sesuai, dan menghindari beban berlebihan pada sendi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi sendi.

Cara Mengatasi Pengapuran Tulang Lansia secara Mandiri

Penanganan mandiri berfokus pada kebiasaan yang dapat membantu mengurangi keluhan dan mempertahankan kemampuan bergerak. Pilihan aktivitas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi sendi dan kemampuan orang tua.

1. Tetap Aktif Berolahraga

Olahraga yang sesuai dapat membantu menjaga kekuatan otot, kelenturan, dan kemampuan bergerak. Lansia dengan OA dapat memilih aktivitas berdampak rendah seperti jalan kaki, bersepeda statis, berenang, senam ringan, atau latihan di dalam air.

Jika lutut terasa nyeri, hindari langsung melakukan olahraga berat. Mulailah dengan durasi dan intensitas ringan, kemudian tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Latihan penguatan otot di sekitar sendi juga dapat membantu menopang sendi dengan lebih baik.

2. Menurunkan Berat Badan Jika Berlebih

Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan lebih besar pada sendi yang menopang tubuh, terutama lutut dan pinggul. Karena itu, menurunkan berat badan jika berlebih dapat membantu mengurangi beban pada sendi dan mendukung kemampuan bergerak.

Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang sesuai. Lansia tidak perlu menjalani diet ketat karena kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi untuk menjaga massa otot dan kesehatan tubuh.

3. Gunakan Kompres Hangat atau Dingin

Kompres dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mengelola rasa tidak nyaman pada sendi. Kompres hangat dapat membantu membuat area yang kaku terasa lebih nyaman, sedangkan kompres dingin dapat digunakan ketika sendi terasa nyeri atau mengalami pembengkakan.

Gunakan kompres dengan suhu yang nyaman dan hindari menempelkan sumber panas atau dingin secara langsung pada kulit dalam waktu lama. Jika keluhan terus berulang atau semakin berat, jangan hanya mengandalkan kompres dan periksakan kondisi ke dokter.

4. Gunakan Alat Bantu yang Tepat

Alat bantu tertentu dapat membantu lansia melakukan aktivitas dengan lebih nyaman ketika nyeri atau keterbatasan gerak membuat berjalan menjadi sulit. Contohnya adalah tongkat, walker, atau alat penyangga tertentu sesuai kondisi.

Namun, alat bantu sebaiknya tidak dipilih sembarangan. Dokter atau fisioterapis dapat membantu menentukan jenis dan cara penggunaan alat yang sesuai agar tidak justru membuat posisi tubuh dan pola berjalan menjadi kurang tepat.

5. Konsumsi Obat Sesuai Resep Dokter

Obat dapat digunakan untuk membantu mengendalikan nyeri dan gejala OA. Jenis obat yang diberikan dapat berbeda, mulai dari obat pereda nyeri hingga obat antiinflamasi tertentu, bergantung pada kondisi dan riwayat kesehatan lansia.

Lansia sebaiknya tidak mengonsumsi obat penghilang nyeri secara rutin tanpa berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting karena lansia mungkin memiliki penyakit lain atau sedang menggunakan obat tertentu yang dapat memengaruhi pilihan dan keamanan obat.

6. Penuhi Nutrisi untuk Tulang dan Otot

Pola makan bergizi membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk tulang dan otot yang menopang pergerakan. Pastikan menu harian mengandung sumber protein seperti ikan, telur, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, susu, dan kacang-kacangan.

Kalsium dan vitamin D juga penting untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut bukan berarti dapat memperbaiki tulang rawan yang telah mengalami osteoarthritis. Nutrisi sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat dan bukan pengganti pengobatan OA.

Cara Mengatasi Pengapuran Tulang Lansia secara Medis

Jika nyeri, kekakuan, atau keterbatasan gerak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, lansia dapat menjalani pemeriksaan untuk menentukan penanganan yang sesuai. Pilihan terapi dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan sendi yang mengalami masalah.

1. Latihan Fisioterapi

Fisioterapi dapat membantu lansia meningkatkan kemampuan bergerak dan memperkuat otot yang menopang sendi. Fisioterapis dapat menyusun latihan yang disesuaikan dengan kondisi, seperti latihan rentang gerak, penguatan otot, keseimbangan, dan aktivitas berdampak rendah.

Selain memberikan latihan, fisioterapis dapat mengajarkan cara melakukan gerakan sehari-hari dengan lebih aman. Pendekatan ini dapat membantu orang tua tetap aktif tanpa memberikan beban berlebihan pada sendi.

2. Pertimbangkan Injeksi

Jika keluhan belum cukup teratasi dengan perubahan aktivitas, latihan, atau obat, dokter dapat mempertimbangkan pemberian injeksi pada sendi tertentu. Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah injeksi kortikosteroid untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan dalam jangka pendek.

Tidak semua lansia dengan OA membutuhkan injeksi. Dokter akan mempertimbangkan kondisi sendi, tingkat nyeri, respons terhadap terapi sebelumnya, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan sebelum menentukan tindakan.

3. Operasi Jika Terapi Lain Tidak Mencukupi

Operasi biasanya bukan pilihan pertama untuk mengatasi osteoarthritis. Tindakan ini dapat dipertimbangkan ketika kerusakan sendi sudah berat, nyeri dan keterbatasan gerak sangat mengganggu, serta penanganan lain tidak memberikan hasil yang cukup.

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan pada kondisi tertentu adalah operasi penggantian sendi. Dokter akan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kemampuan beraktivitas, kondisi kesehatan, dan manfaat serta risiko operasi sebelum merekomendasikannya.

Aktivitas yang Perlu Dibatasi

Lansia dengan osteoarthritis tidak harus berhenti bergerak. Justru, terlalu lama tidak bergerak dapat membuat sendi semakin kaku. Namun, beberapa aktivitas perlu disesuaikan agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada sendi.

Batasi aktivitas yang membuat nyeri semakin berat, seperti mengangkat beban terlalu berat atau melakukan gerakan berulang dengan tekanan tinggi pada sendi yang bermasalah. Jika lutut mengalami OA, misalnya, aktivitas dengan banyak lompatan dapat diganti dengan jalan kaki, bersepeda statis, atau olahraga di dalam air.

Perhatikan juga respons tubuh setelah beraktivitas. Jika nyeri terus meningkat, muncul pembengkakan yang mengganggu, atau kemampuan bergerak menurun, kurangi intensitas dan konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter atau fisioterapis.

Cara mengatasi pengapuran tulang pada lansia dapat dilakukan dengan tetap aktif melalui olahraga yang sesuai, menjaga berat badan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menjalani fisioterapi atau pengobatan medis sesuai kondisi. Jika nyeri, kaku, atau keterbatasan gerak semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan dokter diperlukan agar penanganannya dapat disesuaikan.

Selain menjaga kesehatan dan mobilitas, kenyamanan lansia saat menjalani aktivitas sehari-hari juga perlu diperhatikan, terutama bagi yang mengalami masalah kebocoran urine. Parenty Adult Pants Soft dengan bahan lembut dan daya serap yang membantu menjaga kulit tetap kering dapat menjadi pilihan untuk memberikan rasa nyaman dan membantu lansia tetap beraktivitas dengan lebih percaya diri.

1. Apakah Pengapuran Tulang Sama dengan Osteoporosis?

Tidak. Pengapuran tulang umumnya digunakan untuk menyebut osteoarthritis, yaitu kondisi yang menyerang sendi dan melibatkan kerusakan tulang rawan. Sementara itu, osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

2. Apakah Kalsium dan Vitamin D Bisa Mengobati Pengapuran Tulang?

Kalsium dan vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang, tetapi keduanya tidak dapat mengobati atau mengembalikan tulang rawan yang telah rusak akibat osteoarthritis. Kebutuhan nutrisi tetap perlu dipenuhi sebagai bagian dari pola hidup sehat.

3. Apakah Lansia dengan Pengapuran Tulang Boleh Berolahraga?

Boleh, selama jenis dan intensitas olahraga disesuaikan dengan kondisi sendi. Jalan kaki, bersepeda statis, berenang, latihan kekuatan ringan, dan latihan rentang gerak dapat menjadi pilihan. Jika memiliki nyeri berat atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.

Ditulis oleh: Ombi Lomri
Ditinjau oleh: Ratri Aryanti, S.Tr.Gz

Facebook
Threads
LinkedIn
WhatsApp