Lansia Adalah: Definisi dan Kategori Usia Menurut WHO

Lansia adalah kelompok penduduk yang telah memasuki usia 60 tahun atau lebih berdasarkan klasifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Seiring meningkatnya angka harapan hidup, jumlah lansia di Indonesia terus bertambah sehingga kebutuhan akan layanan kesehatan, dukungan sosial, dan perawatan jangka panjang juga semakin meningkat.

Lansia Adalah Definisi dan Kategori Usia Menurut WHO

Indonesia bahkan telah memasuki era ageing population sejak tahun 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 12% atau hampir 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 20% pada tahun 2045. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman mengenai lansia tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi keluarga yang mendampingi orang tua memasuki usia lanjut.

Apa Itu Lansia?

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami proses penuaan alami yang memengaruhi fungsi tubuh, kesehatan, serta kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan. Di Indonesia, definisi ini mengacu pada Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang menetapkan bahwa lansia merupakan penduduk berusia 60 tahun atau lebih.

Penuaan merupakan proses biologis yang terjadi secara bertahap sepanjang kehidupan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan pada berbagai sistem organ, termasuk sistem otot, tulang, jantung, dan saraf. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari hari.

Meski demikian, menjadi lansia tidak selalu berarti kehilangan kemandirian. Banyak lansia tetap aktif bekerja, berolahraga, mengikuti kegiatan sosial, dan menjalani hidup secara produktif. Kualitas hidup pada usia lanjut sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, kondisi kesehatan, asupan nutrisi, dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Kondisi Lansia di Indonesia Saat Ini

Lansia di Indonesia menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang berkaitan dengan proses penuaan dan meningkatnya risiko penyakit kronis. Namun, sebagian besar lansia masih mampu menjalani aktivitas sehari hari secara mandiri.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, sekitar 95% penduduk usia 60 tahun ke atas masih tergolong mandiri. Sementara itu, 2,1% mengalami ketergantungan ringan dan 2,9% mengalami ketergantungan sedang hingga total yang memerlukan bantuan dalam aktivitas sehari hari.

Data SKI 2023 juga menunjukkan bahwa penyakit tidak menular masih menjadi masalah kesehatan utama pada kelompok lansia. Hipertensi, diabetes melitus, dan stroke merupakan beberapa kondisi yang paling sering ditemukan. Penyakit tersebut dapat memengaruhi mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.

Karena itu, pemerintah terus mendorong upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan lansia. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Mei sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia di Indonesia.

Usia Lansia Menurut WHO dan Kemenkes

WHO mengelompokkan usia lanjut ke dalam beberapa kategori untuk membantu pemetaan kebutuhan kesehatan dan sosial masyarakat. Pembagian ini digunakan secara luas dalam penelitian, pelayanan kesehatan, dan kebijakan publik di berbagai negara.

Menurut WHO

Usia pertengahan (45 hingga 59 tahun) merupakan fase sebelum lansia yang sering disebut sebagai pra lansia. Pada periode ini, risiko penyakit tidak menular mulai meningkat sehingga pencegahan menjadi sangat penting.

  • Lansia (60 hingga 74 tahun) merupakan kelompok usia lanjut awal yang umumnya masih mampu menjalankan aktivitas sehari hari secara mandiri.
  • Lansia tua (75 hingga 90 tahun) cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh yang lebih nyata dan membutuhkan perhatian kesehatan yang lebih intensif.
  • Lansia sangat tua (di atas 90 tahun) merupakan kelompok yang membutuhkan dukungan kesehatan dan sosial yang lebih komprehensif.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia

Kementerian Kesehatan membagi kelompok usia menjadi pra lansia usia 45 hingga 59 tahun dan lansia usia 60 tahun ke atas. Klasifikasi ini digunakan sebagai dasar berbagai program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada usia lanjut.

Dengan adanya pengelompokan usia tersebut, layanan kesehatan dapat dirancang sesuai kebutuhan setiap kelompok. Pendekatan ini membantu meningkatkan deteksi dini penyakit, menjaga kemandirian, dan mendukung proses penuaan yang sehat.

Penutup

Lansia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun atau lebih dan mengalami berbagai perubahan fisik, mental, serta sosial sebagai bagian dari proses penuaan alami. Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan Indonesia, klasifikasi usia lansia membantu tenaga kesehatan dan keluarga memahami kebutuhan yang berbeda pada setiap tahap lanjut usia.

Di tengah meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, menjaga kesehatan dan kemandirian menjadi tujuan utama dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. Dukungan keluarga, pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pengelolaan penyakit kronis dapat membantu lansia tetap aktif dan produktif.

Bagi lansia yang mengalami inkontinensia sedang hingga berat, kenyamanan dalam beraktivitas sehari hari juga perlu diperhatikan. Parenty Adult Pants Heavy Flow hadir sebagai popok dewasa celana dengan daya serap ekstra hingga 6 kali dan perlindungan hingga 12 jam. Dilengkapi teknologi antibakteri, permukaan lembut, elastis 360 derajat, serta sirkulasi udara optimal untuk membantu lansia tetap nyaman dan percaya diri sepanjang hari.

Ditulis oleh: Ombi Lomri
Ditinjau oleh: Ratri Aryanti, S.Tr.Gz